Minggu, 01 Mei 2016

Jenis jenis komunikasi

Komunikasi menurut penyampaiannya
Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lainnya karena manusia selain makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang dengan secara terampil berkomunikasi, oleh karena itu perlu di kenali bagaimana cara penyampaian informasi.
Menurut penyampaiannya informasi di bedakan menjadi :
1.      Komunikasi lisan
Komunikasi yang terjadi secara langsung tanpa perantara dan antara kedua belah pihak saling bertatap muka, contohnya : dialog antara dua orang, wawancara, dsb.
Namun ada terkadang komunikasi lisan ini juga memiliki perantara diantara kedua belah pihak saat berlangsung, contohnya : komunikasi lewat pesawat telepon.

2.      Komunikasi tertulis
Komunikasi yang dilaksanakannya dalam bentuk surat, naskah, blangko-blangko, gambar atau poto, ataupun spanduk. Berita disampaikan sifatnya singkat, kompleks, dan kadang bersifat untuk diberitahukan pada orang banyak.
Dan sebaiknya komunikasi lebih dipertimbangkan kejelasan beritanya agar dapat dengan mudah untuk di mengerti.
Komunikasi menurut kelangsungannya
Di dalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak sebagai berikut :
1.      Komunikasi langsung
Komunikasi yang prosesnya dilalui tanpa perantara orang ketiga maupun media komunikasi yang ada.

2.      Komunikasi tidak langsung
Komunikasi yang prosesnya melalui perantara orang ketiga maupun media komunikasi.
Komunikasi menurut perilaku
Komunikasi merupakan hasil belajar manusia,sehingga dapat di pengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat di bedakan menjadi :
1.      Komunikasi formal
Merupakan komunikasi yang terjadi antara anggota organisasi yang memiliki tata cara yang telah diatur dalam struktur organisasinya.

2.      Komunikasi informal
Komunikasi yang bisa di sebut pula kabar burung, atau desas-desus. Karena komunikasi ini tidak di tentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapatkan pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi.

3.      Komunikasi nonformal
Merupakan komunikasi yang terjadi antara komunikasi formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan tugas pekerjaan organisasi yang bersifat pribadi.
Dapat di ketahui bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan. Dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dan komunikasi informal yang dapat menyelesaikan tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal.
Komunikasi menurut maksudnya
Melihat komunikasi yang baik itu sukses terlaksana apabila komunikator memiliki inisiatif untuk maksud terlaksananya komunikasi, maka menurut maksud dilakukannya komunikasi dapat di bedakan sebagai berikut :
1.      Berpidato
2.      Memberi ceramah
3.      Memberi prasaran
4.      Wawancara
5.      Memberi perintahatau tugas
Komunikasi menurut ruang lingkupnya
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan komunikasi ini. Menurut ruang lingkup komunikasi dapat di besakan menjadi :
1.      Komunikasi internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup yang terjadi antara anggota lingkungan perusahaan atau organisasi tersebut saja
Komunikasi internal ini dapat di bedakan menjadi 3 macam, yaitu :

a.      Komunikasi vertikal
Komunikasi yang terjadi antara atasan kepada bawahan.

b.      Komunikasi horizontal
Komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki kedudukan sejajar atau misalkan satu divisi.

c.       Komunikasi diagonal
Komunikasi yang terjadi diantara orang-orang memiliki kedudukan yang tidak sejajar pada jalur vertikal.

2.      Komunikasi eksternal
Komunikasi yang terjadi antara organisasi perusahaan tersebut dengan pihak masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut. Dan contoh dari komunikasi ini dapat berbentuk :
a.      Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dsb.
b.      Konperensi pers.
c.       Siaran televisi, radio dsb.
d.      Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat dsb.

Komunikasi menurut aliran informasi
Informasi merupakan isi pokok komunikasi, sehingga dalam komunikasi menentukan macam komunikasi yang terjadi, dan komunikasi menurut aliran informasi dapat di bedakan menjadi:

1.      Komunikasi satu arah (simplex)
Komunikasi yang terjadi dari satu pihak saja dan umumnya terjadi dalam keadaan yang sangat mendesak, darurat dsb.

2.      Komunikasi dua arah
Komunikasi yang sifatnya timbal balik, sehingga dalam pelaksanaannya komunikator dapat mendapat feed back dari komunikasinya. Sehingga dapat memuaskan kedua belah pihak dan menghindari adanya kesalahpahaman.

3.      Komunikasi ke atas
Terjadinya komunikasi dari bawahan kepada atasan.

4.      Komunikasi ke bawah
Terjadinya komunikasi dari atasan kepada bawahan.

5.      Komunikasi ke samping
Terjadinya komunikasi diantara orang yang berada di divisi yang sama atau kedudukannya sejajar.
Komunikasi menurut jaringan kerja
Komunikasi menurut jaringan kerja dapat di bedakan menjadi :

1.      Komunikasi jaringan kerja rantai
Terjadinya komunikasi menurut saluran hirachi organisasi dengan jaringan komando mengikuti pola komunikasi formal.

2.      Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Terjadinya komunikasi menurut saluran yang berbentuk lingkaran, komunikasinya singkat dan merupakan komunikasi yang berbanding terbalik dari jaringan kerja rantai.

3.      Komunikasi jaringan kerja bintang
Terjadinya komunikasi melalui satu sentral sehingga saluran yang di lalui lebih pendek.

Komunikasi menurut peranan individu
Komunikasi menurut peranan individu dapat di bedakan menjadi :

1.      Komunikasi antar individu dengan individu yang lain
Komunikasi yang dimana komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu, baik terlaksana secara nonformal maupun informal.

2.      Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih luas
Terjadinya komunikasi karena kemampuan individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan suatu hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.

3.      Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih
Dalam komunikasinya individu memiliki peranan sebagai perantara dua kelompok atau lebih, sehingga di tuntut untuk memiliki kemampuan untuk menyelaraskan kelompok-kelompok tersebut.

Komunikasi menurut cara penyampaiannya
Komunikasi menurut cara penyampaiannya dapat di bedakan menjadi :

1.      Komunikasi lisan
Komunikasi yang terjadi secara langsung tanpa perantara dan antara kedua belah pihak saling bertatap muka, contohnya : dialog antara dua orang, wawancara, dsb.
Namun ada terkadang komunikasi lisan ini juga memiliki perantara diantara kedua belah pihak saat berlangsung, contohnya : komunikasi lewat pesawat telepon.

2.      Komunikasi tertulis
Komunikasi yang dilaksanakannya dalam bentuk surat, naskah, blangko-blangko, gambar atau poto, ataupun spanduk. Berita disampaikan sifatnya singkat, kompleks, dan kadang bersifat untuk diberitahukan pada orang banyak.
Dan sebaiknya komunikasi lebih dipertimbangkan kejelasan beritanya agar dapat dengan mudah untuk di mengerti.





Komunikasi menurut jumlah pelaku dalam komunikasi tersebut
Komunikasi menurut jumlah pelaku dalam komunikasi dapat di bedakan menjadi :

1.      Komunikasi perseorangan
Terjadinya komunikasi secara perorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang sifatnya pribadi juga.


2.      Komunikasi kelompok
Berlangsungnya komunikasi pada suatu kelompok tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan orang banyak di dalam kelompok sehingga bisa dilihat kalau komunikasi ini lebih terbuka dibandingkan dengan komunikasi perseorangan.













Sumber referensi :

E-learning Gunadarma

Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis

Peranan Komunikasi dalam Bisnis
Dalam Bisnis, komunikasi sangat penting. Tidak akan berhasil suatu bisnis apabila di dalamnya tidak terdapat komunikasi. Komunikasi bisnis dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar perusahaan. Di dalam perusahaan komunikasi perlu dibina dengan baik kepada para karyawan, agar mereka lebih yakin dengan produk yang di hasilkan perusahaan. Sedangkan komunikasi eksternal pada perusahaan dalam hubungan masyarakat, pemerintah pada umumnya dan khususnya terhadap konsumenatau pelanggan.
1.      Komunikasi dengan Langganan
Komunikasi dengan langganan atau konsumen perlu dibina komunikasi terus menerus supaya konsumen tidak lupa dengan produk perusahaan. Bila konsumen sudah berhasil tertarik satu kali membeli produk tertentu ini belum di katakan sukses. Dikatakan sukses apabila konsumen tersebut menjadi langganan tetap dan terbentuk pada dirinyasuatu sikap “PATRONAGE BUYING MOTIVE”, artinya suatu sikap dimana seseorangselalu ingin berbelanja ke toko tertentu saja atau dia hanya ingin memakai barang X saja, tidak mau di ganti dengan barang lain.
Patronage buying motive terjadi karena adanya komunikasi yang baik antara pemilik, pelayan toko dengan konsumennya seperti servis memuaskan, barang yang di jual lengkap, tersedia macam-macam fasilitas seperti tempat parkir, barang yang diantarkan, jika perlu bisa kridit dan sebagainya.
2.      Komunikasi dengan Lembaga Pemerintah
Di sini orang yang bergerak di bidang bisnis harus memahami peraturan peraturan yang di keluarkan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
3.      Komunikasi dengan Masyarakat
Perusahaan hidup di tengah-tengah masyarakat, perusahaan tidak berdiri sendiri dan diantara keduanya terjalin kerjasama dan saling berkomunikasi.

Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis
Secara umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu; memberi informasi (Informing) persuasi (persuading) dan melakukan kolaborasi, (collaborating) dengan audiens (pelanggan).

a. Memberi Informasi
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain, contoh seorang pemimpin perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang diharapkan, maka Dia memasang iklan melalui mass media, memasang websitus/situs di jalur internet, dalam hal ini setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan dilihat dari jangkauan dan biayanya, untuk itu harus memilih media mana yang akan dipilih.
       Dan itu tergantung pada kebijakan perusahaan dengan melihat kemampuan internal perusahaan tersebut. Contoh yang lain misalnya sebuah Departemen Store memasang tulisan discotn besar-besaran pada produknya.

b. Memberi Persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar, hal ini sering dilakukan terutama yang berkaitan dengan penegasan konfirmasi pesanan pelanggan atau negoisasi dengan pelanggan, agar kedua pihak memperoleh manfaat secara bersama-sama tanpa ada yang merasa dirugikan.



c. Melakukan Kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi, atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan orang lain, melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat dengan mudah melakukan kerja sama bisnis, saat sekarang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi maka seseorang dapat menggunakan berbagai media telekomunikasi seperti telpon, faksimile, telpon seluler, internet surat elektronik, teleconference. Teknologi komunikasi tersebut sangat penting artinya dalam pererat kerja sama bisnis.

Umpan Balik dan Bentuk-bentuknya
Dalam setiap kegiatan komunikasi merupakan kegiatan pengiriman dan penerimaan lambang ataupun keinginan untuk mengubah pendapat orang lain yang merupakan juga suatu usaha untuk mengadakan hubungan sosial (social contact).
Dalam suatu pertemuan seorang pemimpin mengarahkan dengan cara dan gaya yang enak, sehingga selesai pengarahan mendapatkan tepukan tangan yang meriah dari peserta yang hadir. Pada peristiwa lain, seorang pimpinan menegur anak buahnya karena berbuat kesalahan sehingga anak buah tersebut menyesali perbuatannya. Pengarahan dan teguran tersebut disamakan pesan (message), sedangkan tepukan tangan dinamakan umpan balik. Anatara uman balik dan pesan terdapat hubungan sebab akibat (causalitas). Pihak pengirim menyampaikan pesan kepada pihak penerima, si satu pihak dan di pihak lain penerima menyampaikan pula umpan balik kepada pihak pengirim.
Pesan (messages) itu dapat berbentuk bermacam-macam seperti pidato, pengarahan, intruksi, tugas, perintah, analisis dan sebagainya. Pesan dapat juga berbentuk tertulis, lisan, gambar-gambar dan bahkan demonstrasi atau peragaan.
Umpan balik (feedback) pun dapat berbentuk bermacam-macam seperti hasil (pelaksanaan suatu tugas), laporan, sikap yang timbul, pertanyaan, reaksi dan sebagainya. Dan bentuk-bentuk umpan balik dapat dibedakan menjadi :
1.      External feedback
Umpan balik yang baik diterima langsung oleh komunikator dari komunikan.

2.      Internal feedback
Umpan balik yang diterima komunikator bukan dari komunikan akan tetapi datang dari pesan itu sendiri atau dari komunikator itu sendiri.

3.      Direct feedback dan immediate feedback
Umpan balik langsung dalam suatu komunikasi, komunikan menggerakkan salah satu anggota badan.

4.      Indirect feedback atau delaiged feedback
Dalam bentuk surat kepada redaksi surat kabar, penyiar radio, dan lain-lain. Hal ini umpan balik membutuhkan waktu.

5.      Inferential feedback
Umpan balik yang diterima dalam komunikasi massa disimpulkan sendiri oleh komunikator meskipun secara tidak langsung akan tetapi cukup relevan denganpesan yang disampaikan.

6.      Zero feedback
Hal ini berarti komunikasi yang di sampaikan komunikator kepada komunikan meskipun komunikan menyampaikan uman balik tersebut tidak dipahami oleh komunikator.
 
7.      Neutral feedback
Umpan balik yang netral berarti bahwa informasi yang diterima kembali oleh komunikator tidak relevan dengan pesan yang disampaikan semula.

 
8.      Positive feedback
Komunikasi yang disampaikan oleh komunikator pada komunikan mendapat tanggapan positif.
9.      Negative feedback
Komunikasi yang disampaikan oleh komunikator mendapat tantangan dari komunikan.

Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi
        Didalam suatu pidato, ada kecenderungan beberapa pesan tidak dapat dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor penghambat komunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Faktor-faktor penghambat komunikasi tersebut mencakup antara lain masalah dalam pengembangan pesan, penyampaian pesan, penerimaan pesan dan penafsiran pesan.

1.      Masalah Dalam Mengembangkan Pesan
          Sumber masalah potensial dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup antara lain munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau penerima, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan. Jika seseorang gagal dalam mengembangkan pesan, maka proses komunikasi akan memulai dengan sesuatu yang salah, yang pada akhirnya akan membawa kegagalan yang akan berkelanjutan atau terus menerus.

2.      Masalah dalam Menyampaikan Pesan
        Komunikasi dapat juga terganggu karena munculnya masalah dalam mendapatkan pesan dari pengirim ke penerima. Masalah dalam penyampaian pesan yang paling jelas adalah faktor phisik, misalnya sambungan kabel yang jelek, akustik yang lemah, dan tindasan yang tak terbaca. Meskipun gangguan-gangguan tersebut nampaknya sepele, namun mereka dapat memblok atau mengganggu suatu pesan.

3.      Masalah Dalam Menerima Pesan
Sebagaimana halnya dengan penyampaian pesan, menerima pesanpun juga tak luput dari adanya suatu masalah. Masalah yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima. Sebagai contoh, pada saat Anda sedang mengikuti kuliah di kelas, tiba-tiba terdengar teriakan histeris dari orang-orang yang sedang panik yang terkurung dalam suatu gedung yang sedang terbakar yang kebetulan berdekatan dengan tempat kuliah Anda. Dalam kondisi seperti itu, dapatkah Anda menerima pesan dengan baik? Pada saat asyik membaca-baca di ruang perpustakaan, tiba-tiba lewat seorang gadis cantik dihadapan Anda. Kondisi lainpun dapat terjadi, manakala Anda asyik mengerjakan ujian semester, terdengar suara tabuhan gamelan di seberang bangunan yang kebetulan juga berdampingan dengan sekolah karawitan atau sekolah musik.

4.      Masalah Dalam Menafsirkan Pesan
        Meskipun suatu pesan mungkin hilang selama proses penyampaian pesan terjadi, namun masalah terbesar adalah pada mata rantai terakhir, dimana suatu pesan ditafsirkan oleh penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional, dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pemberi dan penerima pesan.  Sebagai contoh sederhana apabila Anda sedang berbicara dengan seseorang yang berasal dari daerah yang berbeda latar belakang budayanya.


Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi
Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masingmasing.
Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan.
Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Konflik organisasi ( organizational conflict ) Adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok – kelompok organisasi, biasanya timbul karena adanya kenyataan berbeda bagi mereka tentang pembagian sumberdaya yang terbatas, status, tujuan, nilai atau persepsi dan kegiatan – kegiatan.
Konflik biasanya timbul karena tiga masalah yaitu:
masalah komunikasi .
hubungan pribadi .
struktur organisasi.
Suatu konflik muncul dalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Disinilah manajer dituntut untuk memenuhi sisi lain dari ketrampilan interpersonalnya, yaitu kemampuan untuk menangani dan menyelesaikan konflik.


Cara atau Taktik Mengatasi Konflik
Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik, berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang muncul.

Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:
Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik, demi kepentingan bersama.
Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara eksplisit.
Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah; akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah dan menyerah secara terpaksa.
Intervensi (campur tangan) pihak ketiga:
Apabila pihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.
Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.
Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.
Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik. Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha untuk menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi, sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok sengketa.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengatasi Konflik:
1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.
4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.
8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon.









Sumber referensi :

E-learning Gunadarma

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

Pengertian dan Cangkupan Komunikasi
Komunikasi dapat diibaratkan sebagai jembatan penghubung antara pemikiran makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya. Dengan berkomunikasi kita dapat memulai segala sesuatu, baik dalam hal yang sederhana maupun kompleks, komunikasi sendiri memang pada dasarnya sangat dibutuhkan. Mengingat seberapa pentingnya komunikasi bagi pribadi masing-masing, alangkah baiknya jika kita mengetahui pengertian dari komunikasi itu sendiri.
Komunikasi pada dasarnya kata dari bahasa latin communicatio yang berasal dari kata communis dan memiliki arti "membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih". Dengan komunikasi kita memang dapat membangun sebuah kebersamaan paling sedikitnya dua orang, menurut Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss “Komunikasi adalah proses makna diantara dua orang atau lebih.”Dan komunikasi ialah sarana yang membuat dua orang atau lebih saling berinteraksi dan berhubungan, menurut Rogers & D. Lawrence Kincaid “Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yg pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yg mendalam.”Dan tak jarang dengan komunikasi kita bisa merubah perilaku orang lain seperti pengertian komunikasi menurut Hovland, “Komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain.”Menurut Edward Depari (p.3), komunikasi dalam organisasi sendiri memiliki arti “proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu yang mengandung arti yang di lakukan oleh penyampaian pesan ditujukan pada penerima pesan.”
Jadi pengertian komunikasi ialah adanya saling paham antara penyampai pesan pada penerima pesan, atau dalam pengertian mudahnya ialah merupakan proses terjadi penyampaian informasi antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain komunikasi bisa dikatakan sukses apabila kedua pihak dapat mengerti ataupun memahami pesan.

Unsur-unsur dalam Komunikasi
Melihat pengertian komunikasi yang di jelaskan sebelumnya, tentu sudah menjadi pasti kalau komunikasi itu sendiri memilik beberapa unsur yang mendukung saat terjadinya komunikasi. Dan unsur yang terdapat dalam komunikasi, yakni :
1.      Sumber ialah dasar yang di gunakan untuk penyampaian pesan dan sumber itu sendiri biasanya dibuat untuk memperkuat pesan. Dan sumber bisa juga di sebut sebagai komunikator yang nantinya dapat berupa, orang, lembaga, buku dan sejenisnya.
2.      Pesan ialah isi dari sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini dapat berupa lisan maupun tulisan, dan isi pesan itu sendiri dapat berupa ilmu pengetahuan, informasi, nasihat, hiburan atau bahkan bisa juga sebuah propaganda.
3.      Channel/Media Penyampaian Pesan ialah saluran apa, atau media apa yang di gunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Dan media itu sendiri dapat berupa media radio atau pesan suara, media visualisasi atau televisi, bahkan sampai media online yang kini sudah merebak di kalangan masyarakat.
4.      Penerima yakni pihak yang nantinya akan menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima ini bisa saja terdiri atas satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, negara atau partai. Penerima ini termasuk komponen yang penting karena menjadi sasaran dari komunikasi.
5.      Pengaruh atau Efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, apa yang dilakukan, apa yang dirasakan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada sikap, tingkah laku dan pengetahuan. Oleh sebab itu, pengaruh dapat juga diartikan sebagai perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, tindakan dan sikap seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.
6.      Tanggapan balik atau yang bisa di sebut juga dengan umpan balik merupakan salah satu bentuk daripada pengaruh yang berasal dari penerima. Sebenarnya umpan balik juga berasal dari unsur lain seperti media dan pesan, meskipun pesan belum sampai pada penerima. Contohnya : sebuah konsep surat yang digunakan untuk menyampaikan pesan itu mengalami gangguan sebelum sampai ke tujuannya. Hal ini menjadi tanggapan balik yang diterima oleh sumber.
7.      Lingkungan merupakan faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Faktor lingkungan digolongkan ke dalam empat macam, yaitu lingkungan psikologis, lingkungan sosial budaya, lingkungan fisik dan dimensi waktu.

Bentuk Dasar dari Komunikasi
Komunikasi merupakan kegiatan otomatis dari manusia untuk berhubungan satu sama lain yang tak lain merupakan hasil dari belajarnya manusia. Karena manusia merupakan makhluk sosial, sehingga adanya sebuah hakekat untuk saling berhubungan satu sama lain.
Komunikasi pada umumnya di artikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang kaitannya dengan masalah hubungan, atau dengan kata lain tukar pendapat. Dan dalam pengertian lain komunikasi juga dapat di artikan sebagai kontak antara manusia baik dengan individu maupun kelompok.
Berikut beberapa pengertian komunikasi untuk lebih memperjelas pengertian komunikasi itu sendiri, menurut James A.F Stoner (p.3), “komunikasi adalah proses dimana seorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.” Sedangkan menurut John R. Schemerhorn (p.3), “komunikasi itu dapat di artikan sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.”






Bentuk Dasar Komunikasi
Komunikasi dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Misalnya, komunikasi tatap muka, telepon, telegram, dll. Komunikasi terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

1.1 Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2003:4). Komunikasi nonvebal sering juga disebut sebagai bahasa diam (silent language). ahli antropologi mengatakan bahwa sebelum adanya komunikasi verbal, masyarakat berkomunikasi nonverbal melalui gerakan tubuh (body language).
Komunikasi nonverbal sangatlah kompleks. Dimana, kita mengekspresikan apa yang ingin kita sampaikan melalui gerakan tubuh. Maka dari itu, sebagai seorang komunikator untuk memahami komunikasi nonverbal, kita harus memahami seluk beluk sosial budaya nya terlebih dahulu. Karena, komunikasi baru akan terjadi secara efektif jika kita mempunyai kesamaan makna dengan komunikan. Maksud disini, mengapa kita harus mengenal budayanya? karena, setiap daerah memiliki budayanya sendiri-sendiri, misal di arab tanda acungan JEMPOL adalah tanda berhenti, sedangankan di indonesia tanda acungan jempol adalah mengatakan OKE.

Menurut Mark Knap (dalam Cangara, 2004:100), fungsi komunikasi nonverbal adalah :
1. Meyakinkan apa yang diucapkan (repetition)
2. menunjukan peraaan atau emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
3. menunjukan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity)
4. menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasa belum sempurna.

Dalam berbagai studi, komunikasi verbal dikelompokan dalam beberapa bentuk (Cangara, 2004:101):
a. Kinesics, yaitu komunikasi verbal yang ditunjukan dengan gerakan tubuh :
1. Emblems, merupakan sebuah isyarat yang di buat oleh suatu budaya. Misalnya, V bagi orang amerika merupakan Victory atau kemenangan
2. Illustrators, merupakan sebuah gerakan badan untuk mengilustrasikan sesuatu. Misalnya, Tinggi badanya seseorang, Gemuk langsingnya seseorang
3. Affect Display, Merupakan isyarat yang biasanya timbul karena pengaruh dari emosional seseorang. Misalnya wajah senang, wajah bete, wajah sedih. Raut Muka juga mengisyaratkan suatu pesan.
4. Regulators, Suatu gerakan tubuh yang biasanya terjadi di daerah kepala, misalnya mengangguk, menggelengkan kepala.
5. Adaptory, suatu gerakan tubuh yang menunjukan kejengkelan pada sesuatu. Misal menggerutu, menarik napas dalam2, mengepalkan tinju.

b. Gerakan Mata (eye gaze)
Siapa bilang mata tak dapat berbicara? Justru terkadang mata lah yang paling menunjukan ekspresi seseorang. Apakah dia sedang sebal, sedih, senang, terharu. Mata tak bisa bohong. Jika seseorang sedang suka pada pasangannya, maka tatapannya akan terasa berbeda.

c. Sentuhan (Touching)
Sentuhan adalah sebuah isyarat yang dilambangkan dengan sentuhan badan. Ada tiga bentuk sentuhan badan :
1. Kinesthetic, merupakan isyarat yang menunjukan kemesraan, atau keakraban.
2. Sociofugal, merupakan isyarat yang menunjukan awal mula persahabatan.
3. Thermal, merupakan isyarat awal menunjukan persahabatan, namun lebih intim, misalnya menepuk bahu, adu tinju, dll.

d. Paralanguage
Paralanguage merupakan suatu isyarat yang timbul karena adanya sebuah tekanan pada saat berbicara. sehingga pada saat si komunikator berbicara, sang komunikan sudah mengerti apa yang sebenarnya ingin dibicarakan. Contoh : ketika sang suami memanggil dengan mesra “sayaang..” maka sang istri sudah mengetahui bahwa suaminya memanggil dia.

E. Diam
Diam juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal. walaupun bentuk komunikasi ini merupakan bentuk yang sangat sulit untuk di terka karena bisa saja apa yang dipikirkan orang itu adalah negatif atau pun positif.

F. Postur Tubuh
Terkadang manusia mengartikan postur tubuh secara “branding”. Bentuk Postur tubuh seseorang dapat dilihat dari 3 bentuk :

1. Ectomorphy, tinggi kurus, dilambangkan orang yang mempunyai sikap ambisius, pintar dan kritis
2. Mesomorphy, bentuk tubuh yang tegap dan atletis melambangkan orang tersebut cerdas, bersahabat, dan aktif
3. Endomorphy, bentuk tubuh pendek, bulat, dan gemuk, melambangkan pribadi yang humoris, santai, dan cerdik.

G. Warna
Warna memberikan arti pada objek. Misal warna merah tanda marah, putih suci.

H. Bunyi
Jika Paralanguage merupakan bentuk tekanan pada suara, sedangkan bunyi adalah tekanan pada suatu benda yangmemiliki arti. Misal, tepuk tangan tanda apresiasi, peluit parkir tanda berenti atau maju. dll.

I. Bau
Bau bisa melambangkan suatu pesan. Misalnya, wewangian kosmetik akan berbeda dengan wewangian makanan.

1.2 Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi dimana disampaikan secara lisan atau tertulis yang menggunakan suatu bahasa. Bahasa didefinisikan sebagai seperangkat kata yang disusun secara terstruktur sehingga menjadi kalimat yang mempunyai arti. Komunikasi Verbal terbagi menjadi 2 Komunikasi lisan atau Oral Communication (berbicara dan mendengar), Komunikasi Tertulis atau Written Communication (menulis dan membaca).

ORAL COMMUNICATION :
a. Berbicara
Berbicara merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang bersifat oral. Berbicara sangatlah fatal dilakukan jika kita tidak mempunyai bahan dan persiapan yang matang. Karena komunikasi bersifat irresversibel (tidak dapat diulang). Sehingga apa yang kita bicarakan haruslah benar-benar baik.

b. Menyimak (Listening)
Menyimak atau listinening, adalah kegiatan seseorang yang bersifat fisikal dimana seseorangmenerima, memperhatikan, serta memahamai suara (Barker dalam Haryani, 2001-242). Menyimak secara efektif merupakan kerja aktif dari pikiran kita. Sehingga dalam menyimak kita harus mempunyai konsentrasi yang penuh. Tidak hanya indra pendengaran saja yang bekerja, melainkan juga pikiran kita.

1.3 Membaca
Prinsip-prinsip membaca
1. Speed (Kecepatan), kecepatan membaca sangatlah berpengaruh terhadap memori kita. Namun kecepatan membaca ini pula harus dibatasi. Ketika kita membaca sesuatu yang kira-kira memerlukan pemahaman tingkat tinggi, maka kita harus membaca secara teliti (bukan berarti lambat), namun jika kira-kira bacaan tersebut kurang relevan dengan kebutuhan, maka kita dapat membacanya selintas.
2. Comprehension (Pemahaman), pemahaman terhadap apa yang kita baca, akan berpengaruh terhadap hasil dari apa yang kita baca. Maka dalam membentuk pemahaman secara efektif maka kita harus berkonsentrasi penuh pada suatu pesan.
3. Efisiensi, Dalam membaca kita harus memikirkan faktor efisiensi. Membaca harus dengan efisien, sehingga dapat meng efektifkan apa yang harus di pahami dalam bacaan tersebut.
4. Retensi (penyimpanan dalam ingatan tentang apa yang kita baca). Membaca dengan baik akan mempengaruhi retensi kita. Dalam otak kita sebenarnya terdapat pilar-pilar atau rak-rak ingatan. Dimana, kita harus dapat menyimpan dan memanage informasi dalam ingatan kita.

Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
Dengan munculnya era Economic of Relatife Plenty para pengusaha berlomba-lomba untuk mengikis jarak antara produsen dan masyarakat selaku konsumen. Tujuan selaku tugas dan tanggung jawab pengusaha ialah selalu dapat mempengaruhi konsumen agar selalu memakai produknya. Dalam bisnis, komunikasi merupakan cara untuk mencapai suatu pencapaian tujuan pada suatu organisasi. Seperti pada saat pemimpin bisnis memerintahkan bawahannya untuk membuat pengiriman barang, mempresentasikan seberapa target kerjanya selama sebulan, membuat surat kontrak kerjasama, atau apapun itu bahwa dalam bisnis tentu sangat di perlukan sebuah komunikasi.
Menurut Purwanto (2006:4), pengertian komunikasi bisnis yaitu komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal ataupun komunikasi non verbal untuk mencapai tujuan tertentu. Pada dasarnya komunikasi bisnis ini dibagi dalam dua hal yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
Menurut Katz (1994:4), Komunikasi Bisnis didefinisikan sebagai adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis bisa diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis tersebut.
Menurut Rosenbaltt (1982:7), pengertian komunikasi bisnis menurut beliau ini dikemukakan dalam sebuah pernyataan komunikasi bisnis merupakan pertukaran ide, opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang disajikan secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Persing (1981:108), Komunikasi bisnis menurut Persing didefinisikan sebagai proses penyampaian arti dari lambang atau kode-kode yang meliputi keseluruhan unsur yang ada hubungannya dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik itu berbentuk verbal ataupun berbentuk non verbal yang dilakukan di dalam organisasi yang membayar orang secara bersama-sama untuk memproduksi dan memasarkan barang atau jasa untuk memperoleh keuntungan.
Jadi pengertian komunikasi bisnis itu sendiri ialah, pertukaran ide, opini, informasi, instruksi yang terjadi di dunia bisnis sebagai proses penyampaian serangkaian pesan dengan tujuan komersil, dan tentu mencangkup berbagai macam bentuk komunikasi di dalamnya, baik verbal maupun non-verbal.




Sumber Rerferensi :
http://www.pengertianahli.com/2013/07/pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli.html
Hafied Cangara, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Penerbit Raja Grafindo Persada : Jakarta.
http://sarungpreneur.com/pengertian-komunikasi-bisnis-menurut-para-ahli/
Dewi, Sutrisna. 2006. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi

E-learning Gunadarma